Rerasan Bab Bendungan Gedongrejo?

solopos.com

solopos.com

Warga Pidekso menolak rencana pembangunan Bendungan Pidekso. Begitu kabar yang tersiar. Dalam pertemuan dengan Dinas Pengairan Energi dan Sumber Daya Mineral (PESDM) Kabupaten Wonogiri, Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo ( BBWSBS ) dengan warga Pidekso di Balai Desa Pidekso, Senin, 8 Agustus 2011 yang lalu, telah gagal. Seluruh warga yang hadir telah berbulat kata menolak pembangunan Bendungan tersebut. Entah apa alasan warga sehingga menolak, belum jelas. Bahkan dalam pertemuan tersebut digambarkan, pihak PESDM dan BBWSBS tidak sempat memberikan penjelasan apapun sebab warga terus memotong setiap pembicaraan. Tim telah menyerah, dan tinggal menunggu surat rekomendasi dari Bupati ke Pemerintah Pusat, seperti diberitakan Solopos.com. Namun apapun alasanya, sebagai warga ‘tonggo desa’ kita wajib menghormati pilihan sedulur – sedulur Pidekso.

Satu hal yang menarik bagi saya, tim ada rencana mencari alternative tempat pembangunan waduk tersebut di desa kita. Hanya karena diikuti oleh banyak warga, tim tidak jadi berangkat menuju tempat alternative yang ditawarkan oleh BBWSBS. Tapi mungkin sekali pembatalan tersebut hanya sementara, dan dilain waktu aka nada tim surve ke Gedongrejo.

Jangan Cepat Menolak.

Apapun yang terjadi dengan sederek Pidekso nggih sampun. Saya berharap warga Gedongrejo tidak mudah terpengaruh dengan apa yang terjadi di Pidekso. Ambil jarak yang jernih. Jangan mudah menelan bulat – bulat ‘kabar saking eler’. Kalau pun rencana menjadikan Gedongrejo sebagai alternative pembangunan bendungan, mari bersikap jernih dan terbuka. Biarkan tim memberikan penjelasan sejelas – jelasnya. Tetap berpikir positif, terhadap rencana tersebut. Inventarisasi pertanyaan, tampung semua ‘penggalih wargo’ sampaikan kepada tim untuk mendapat penjelasan sejelas – jelasnya. Siapa tahu ini bisa menjadi berkah bagi warga Gedongrejo. Misalnya sawah warga akan mendapat pengairan yang mencukupi, sehingga masa tanam bagi warga bisa bertambah. Dengan ketersediaan air tersebut, warga bisa lebih mengatur jenis tanaman dengan lebih leluasa, dan diharapkan bisa memberikan tambahan penghasilan warga. Juga mungkin erosi di sepanjang kali Gede bisa menurun, sehingga lahan warga tidak banyak yang longsor. Seperti yang terjadi di sekitar sor kretek Gedong. Dan mungkin ada hal – hal positif lainnya yang bisa dinikmati warga Gedongrejo. Namun juga warga wajib kritis, sehingga dibelakang hari tidak menyesal. Misalnya soal ganti rugi lahan yang terkena dampak , juga sejauh mana warga boleh mendapat akses pengairan, dan hal – hal lain yang tentunya masih sangat banyak.

Di Mana Titiknya?
Pertanyaannya di mana titik bendungan akan dibangun? Ini yang penting untuk ditunggu bersama. Namun harapanya seminimal mungkin mengenai daerah permukiman warga. Dan itu nampaknya mungkin.Karena kali gede nduwur nampaknya memungkinkan untuk itu. Misalnya daerah sekitar ‘nduwur Pasang’ atau ‘sor Pucung’. Jika titiknya tidak jauh dari sekitar itu tentu bisa menghindari daerah pemukiman warga. Nah yang perlu dipastikan, tanah – tanah warga yang akan terkena dampaknya, bisa diberi harga yang sesuai. Melihat wilayah Gedongrejo, tentu berbeda dengan Pidekso, maka untuk itu mari kita bersikap jernih hati dan terbuka pikiran, melihat secara seimbang hal baik dan buruk dari dampak bendungan, sehingga kita tidak tergesa – gesa menolak. Eee… syukur – syukur ini menjadi berkah bagi seluruh warga Gedongrejo, sehingga para warga lebih makmur dengan hadirnya bedungan Gedongrejo. Semoga.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.